Asi ohh asi..

Sesuai judulnya..teori sama praktek benar-benar jauh berbeda. Saya udah pernah posting tentang kelas laktasi yang saya hadiri waktu hamil disini gimana cara biar manajemen laktasi berjalan mulus bebas hambatan, dan setelah bayi lahir jeeng jrenggg tetap kewalahan meski ini bukan yang pertama menyusui karena anak kedua tapi tetap saja kita belajar hal baru lagi karena setiap anak berbeda.

Sambung cerita saya meyusui sejak imd pertama kali dan bersambung diruang kamar perawatan selama di rumah sakit setelah melahirkan. Saat itu saya merasa asi sudah keluar tapi mungkin belum banyak atau hanya sedikit sekali, bisa dibilang hanya membasahi bibir bayi aja tapi saya gak patah semangat dua malam dirumah sakit dan berlanjut tiga malam berikutnya dirumah saya tidak bisa tidur malam dan selalu memberikan payudara saya nyaris setiap jam meski tak dihisap oleh bayi. Kelelahan pastiii!! malah nyaris depresi dan hampir mendekati baby blues saat bayi menangis terus, saat itu saya memberikan kesuami untuk digendong sambil saya pergi kekamar menenangkan pikiran. Berlanjut di hari ke lima kehidupan awal bayi eyza saya melihat matanya menguning dan pagi hari hidung dan badannya juga ikut kuning dan saya yang saat itu mudah cemas melaporkan kondisi eyza ke suami.

Hari kontrol pertama eyza saat usia delapan hari yang bertepatan dengan acara kekahannya yang saya posting disini. Bertemu dsa-nya dr. aryana eyza saat itu memang terlihat kuning, ketika diperiksa kemudian kami disarankan untuk cek lab bilirubin dan benar saja bilibirubin eyza saat itu 17 dan harus masuk ruang perina untuk disinar namun saya dan suami akhirnya memutuskan merawat dirumah.  Hari itu juga jadwal kontrol saya dengan obgyn dr. novi, di sela pemeriksaan saya bilang kalau asi saya sepertinya belum banyak dan dr. novi terlihat kaget sambil bilang ” masaa??” setelah di cek payudara dia memastikan bahwa asi saya ada dan menurut saya dialah dokter yang paling bikin hati saya tenang karena selalu berpikir positif dan yakin selama kondisi pasiennya oke.

Saat itu juga tepat dengan saya memulai perawatan pasca melahirkan dirumah atas rekomendasi ipar saya yaitu dian mustika care, saat perawatan itu si terapis memijat payudara yang saat itu bergerenjel dan keras hasilnya payudara menjadi enteng dan lancar saat menyusui jadi menurut saya kalau habis melahirkan memang baiknya memulai pijat tubuh untuk melancarkan peredaran darah. Sebenarnya waktu kelas laktasi saya sudah diajarkan cara memijat payudara hanya saja dengan kondisi eyza saat itu saya jadi lupa semua, satulagi karena perawatan pasca melahirkan tentu ada rutinitas bengkung yang membuat saya agak menggangu proses menyusui saya karena terlalu kencang sehingga bikin sesak nafas dan gak nyaman.

Malam-malam setelah drama gak jadi rawat di perina saya dan suami mulai membuka pikiran untuk bersikap tenang agar asi lancar, sayapun mencoba untuk memompa dan hasilnya saat itu hanya mendapat 5-10ml asip. Saat itu saya mulai panik lagi dan berpikir asi saya kurang tapi ketika saya menyusui langsung saya bisa mendengar eyza menelan kencang. Suami alhamdulillah anak kedua ini ikut turun langsung membantu saya setiap malam diawal-awal sakit eyza dia membangunkan saya dan menyuruh saya memompa berapapun hasilnya sambil membelai punggung saya kemudian kami memberikan asip ke eyza dengan sendok meski dia habis menyusui langsung, treatment bayi kuning tentu dengan menjemurnya 15-30 menit setiap pagi dihari libur suami menjemurnya diteras rumah sampai eyza merah kaya udang hehehe dan kejadian itu terus berjalan sekitar tiga minggu kedepanya alhamdulillah di minggu ketiga kehidupan eyza matanya mulai bersih cerah dan badannya mulai berisi.. thanks daddy for ur support :*

Setelah eyza sembuh dan kontrol kedua di usia satu bulan dr. aryana bilang kalau eyza sehat normal dan ia bisa di imunisasi. Proses pompa mulai menurun saat itu saya hanya meyusui langsung tapi hal itu menjadikan asi saya lagi-lagi saya berfikir kurang! karena saat eyza grow spurt selama kurang lebih 5-6 hari menyusui tiada henti dan terlihat selalu kelaparan masih mencari-cari payudara saya diapun jadi susah tidur sepanjang siang hanya mau menyusu dan itu bikin saya kewalahan. Karena itu di usia satu setengah bulan eyza saya mulai mencoba disiplin pompa lagi agar produksi asi bertambah dan juga memberikan langsung asipnya disamping memperbaiki pelekatan dan posisi menyusui agar asi maksimal.

Saya juga ikut membaca milis meyusui sampai twitter @ID_AyahAsi, @aimi_asi, @mamaperah, @tips_menyusui bahkan saat bayi eyza kuning saya berfikir untuk datang lagi ke rs. permata cibubur untuk ikut lagi kelas laktasi namun akhirnya saya hanya berkonsul dengan aimi dan tips menyusui melalui telepon agar asi lancar dan cukup untuk bayi saya.

Karena dari hamil sudah menyiapkan pompa asi yaitu Medela mini electric untuk menunjang proses memerah saya juga menyiapkan feeder cup, botol susu dan botol-botol kaca untuk penyimpanan asip dan mempelajari bagaimana menejemen penyimpanan asip yang bisa dilihat di milis dan twitter yang saya sebutkan diatas, saya juga mengikuti saran dari mamaperah untuk memerah asi setiap dua jam setelah menyusi, malam hari jam 2-5 pagi dan kalaupun saya tidak sempat pompa dini hari saya menggantinya di jam 10-11 malam sebelum tidur dan pagi hari jam 6-8pagi. Hasil pompa saya juga beragam mulai dari awal lahir yang sedih banget 5-10ml bertahap menjadi 30-50ml dan terakhir 80-130ml sampai hari ini, meski belum pernah 150ml saya sudah sangat bersyukur. Saya memberikan asip langsung kepada eyza dan juga dua minggu ini mulai menyimpan asip untuk keperluan eyza jika ditinggal atau memberikan kepada keponakan saya anin.

Untuk pemberian asip awal-awal saya menggunakan sendok teh kecil yang keras, kemudian mencoba dot dan eyza mau sehingga saya bisa meninggalkan dia sekali untuk mengantar sekolah babangnya farrel,tetapi menjelang dua bulan eyza mulai terlihat bingung puting dot ditolak dan payudara saya karena lembek juga sempat ditolak sebelum saya memaksakan untuk memasukkan kemulutnya fiuuhhh..repot juga yaa. Belakangan saya berfikir untuk mencoba pakai feeder cup atau membeli spoon feeder medela jika terpaksa, juga melatih si mbak untuk memberikan asip mengunakan feeder. Tujuannya bukan untuk sengaja meninggalkan eyza tetapi melatih agar eyza siap sewaktu-waktu apabila emergency saya gak ada dia bisa minum asip-nya disamping itu saya bisa meluangkan waktu sejenak untuk berbagi dengan kegiatan babangnya juga menjaga kualitas hubungan saya dan suami atau juga “me time” yang saya pikir perlu karena itu menjadi booster untuk ASI deres (LDR) sehingga asi tetap produksi.

So far berjalan lancar kegiatan menyusui saya karena prinsip supply – demand yang semakin dikosongin semakin diproduksi si asi tadi,  jadi jangan patah semangat ya ibu-ibuu yang mau menyusui tetap Haqqul yakin kalau asi kita cukup sampai ekslusif 6 bulan kedepan karena setelah itu masa mpasi menanti dan saya open minded apabila memang diperlukan untuk  menambah formula setelah eksklusif dilihat kondisi perkembangan asi dan bayinya saja karena itu kejadian dianak pertama saya  Alhamdulillah perkembangannya juga normal. Doakan asi saya tetap lancar yaa sampai 6 bulan eksklusif😀

Perahan pagi pertama yang 130ml

Perahan pagi pertama yang 130ml

Stok asip sampai hari ini

Stok asip sampai hari ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s