my pregnancy lilypie counting

Tadi pagi ngerasa mules sekitar jam setengah empat pagi, kaget bangun gara-gara rasa mules itu. Sempat kepikiran udah waktunya adek bayi lahir sepertinya karena hampir setiap lima belas menit ngerasa mules, tapi lama-lama rasanya hilang sendiri mungkin gak yah itu braxton hicks a.k.a si kontraksi palsu?? Setiap hari memang jadi moment nunggu rasa mules nih,  hampir sama yang saya rasain waktu mau melahirkan anak pertama hanya saja pas hari H saya malah pecah ketuban tanpa mules sama sekali dan akhirnya di induksi. Kali ini berharap mules alami dan ada tanda persalinan seperti flek yang dialami para ibu lainnya, mudah-mudah saya gak pecah ketuban lagi yaa..Amin!

Sedikit curcol..yang menjadi pikiran saat menjelang persalinan adalah anak pertama saya farrel. Dari minggu lalu sampai kemarin ia sakit batuk pilek dan panas, bahkan beberapa hari ini jadi sensitif dan minta dipeluk, minta perhatian agak berlebih contohnya saya harus perhatiin apa yang dia omongin dan memberi respon apapun bentuknya padahal biasanya dia cuek aja kalaupun saya beberapa kali gak terlalu fokus sama apa yang dia liat, dia baca atau yang dia tonton.

Kepikiran gimana farrel saat saya harus ke rumah sakit untuk bersalin meski di rumah ada mama mertua dan si mbak’e yang membantu urusan rumah tangga, karena selama ini saya dan farrel gak pernah pisah kecuali saat saya bekerja tahun lalu itupun gak membuat ikatan saya dan farrel jauh meski saat itu saya bekerja.Yang agak berbeda dirasakan dia mungkin kehadiran adiknya yang akan membuat perhatian mamanya jadi sedikit teralihkan, terus terang jadi bikin saya sedih untunglah suami selalu menasehati kalau farrel akan baik-baik saja dan akan sangat senang dengan kehadiran adiknya..sekarang tinggal kesiapan saya membagi hati dan perhatian buat suami juga si sulung dan si adik.

Tapi apapun itu saya harus melibatkan dia menjadi seorang kakak/babang buat adiknya dengan melibatkan dia saat si adik bayi hadir agar dia merasa masih dibutuhkan dan membuat hubungan saya dan farrel tetap terjalin baik.

Mungkin ada yang punya saran gimana cara agar si sulung tidak cemburu bahkan sensitif karena ibunya mulai fokus dengan si adik?? *butuh saran*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s