Tri-semester 1

Setelah proses panjang lepas KB, papsmear, dan proses program pembuahan supaya hamil, satu bulan setelahnya saya sempat telat tapi akhirnya mens lagi. Merasa gagal! gak juga jalanin aja dikasih kepercayaan lagi untuk hamil dalam waktu dekat syukur alhamdulillah, masih belum juga gak masalah. Jelang bulan kedua tepatnya di juni beberapa malam sebelumnya saya sempat mengigil ditengah malam sekitar jam 01.00 dini hari dan itu berulang sampai 3-4 hari, saya mulai curiga karena saya telat 4 hari. Berdasarkan cerita pengalaman teman dan ipar, saya mencoba membeli alat testpack dihari ke 5 karena curiga dengan badan yang gak fit seperti biasa, gak pake besok paginya dong untuk testpack dengan urine pertama langsung siangnya sehabis beli saya praktekin tata cara testpack yang baik dan benar.
Benar saja dugaan saya setelah menunggu 2-3 menit keluar aja lho tanda strip merah dua baris, langsung happy alhamdulillah sukses juga ha-ha-ha. Setelah testpack tenangin diri yang kegirangan dulu sambil rebahan dikasur terus bbm suami “aku positif nih!! | Hah, positif apa? Hamil? | iyah!!| Alhamdulillah, ya udah istirahat yah! dijalanin ajah. *ngilang* bbm langsung berhenti dan cuma itu reaksinya yaa mungkin karena anak senang tapi gak heboh kaya anak pertama.
Karena saat itu mertua saya sedang tidak dirumah maka saya belum memberitahukan siapapun tentang kehamilan selain suami, tapi kemudian kepikiran untuk tidak memberi tahu siapapun sampai 1-2 minggu kedepan termasuk orang tua saya maksudnya biar kejutan aja he-he-he tapi gak tega hati segeralah menelpon mama saya untuk memberitahukan tentang kehamilan kedua ini, reaksi si mamah..ya alhamdulillah dijaga baik-baik dan jangan terlalu capek, dan yang menjadi garis bawah *habis yang kedua ini udah yaah!! Ha-ha-ha sadis memang tapi mamah saya termasuk yang menganggap “dua anak lebih baik” kaya slogan kampanye BKKBN😀
Waktu tau saya hamil dengan penasaran langsung lho malamnya dihari yang sama setelah testpack saya, suami dan farrel ke dr. novi, setiba di rumah sakit saya langsung menjalani pemeriksaan standar ibu hamil cek tensi darah, dan berat badan suster juga menanyakan keluhan saya kemudian saya bilang kalau telat datang bulan dan sudah testpack hasilnya positif. Gak lama kemudian nama saya dipanggil untuk bertemu dengan dr. novi, senyum manis sumringah langsung terpancar dari wajahnya sambil bilang waah selamat yah bu! saya cuma senyum-senyum aja dan siap untuk di periksa. Dr.novi ingin melihat kebenaran saya hamil dengan usg, usg pertama dilakukan dari luar dengan alat usg biasa yang dilakukan dengan menaruh alat usg diatas perut bagian bawah atau letak rahim. Setelah diputar-putar ternyata tidak nampak apapun di layar usg rahim saya sehingga tidak tau ada atau tidaknya dan dimana letak janin berada, sehingga dr.novi menyarankan untuk menggunakan alat usg transvaginal untuk melihat dari dalam apakah posisi janin atau kantung janin sudah terlihat di dalam rahim, dan benar saja alat transvaginal yang menurut saya risih itu karena terakhir benda itu masuk ketubuh saya empat tahun lalu gak terlalu nyaman bahkan saya merasa sakit, karena agak trauma dr. novi menyarankan saya menarik nafas panjang dan buang kemudian mengulanginya agar rileks. Cara dr.novi memasukkan alat usg transvaginal itu juga sangat lembut bahkan gak terlalu berasa yang membuat saya enjoy dan menikmati (apa karena sudah beda ukuran ya yang sekarang :P)
Setelah masuk alat transvaginal alhamdulilah terlihat kantung janin dan keberadaanya didalam kandungan, dr. novi menjelaskan posisinya sangat bagus, usia kehamilan baru 5 minggu jadi berat dan panjang juga belum diketahui, harus dijaga dan hanya akan memberikan beberapa vitamin untuk diawal kehamilan. Senang banget rasanya lihat janin yang ada sampai terharu hampir menangis karena ya memang udah lama saya tidak hamil dan ini adalah kehamilan terencana yang saya sama suami buat ha-ha-ha.
Buat biaya di RS. Mitra Keluarga Cibubur untuk dokter spesialis kebidanan sebesar Rp. 85. 000, administrasi Rp. 8.000/kunjungan, usg biasa Rp. 75.000, dan usg transvaginal+kondomnya sebesar Rp. 370.000 untung transvaginal cuma sekali yah karena lumayan banget nih hehehe. Obat-obatan pun berkisar di Rp. 130.000-150.000 tergantung jenis yang diberikan dokter.
Cerita di semester pertama gak sampai disitu aja, sejak tau kalau hamil sudah pasti lebih membatasi diri untuk gak terlalu capek baik kerjaan rumah tangga yang memang sebenarnya sudah punya ART tapi kalau geregetan tetap aja dikerjain sendiri, dan lebih menikmati diri bersantai-santai manja minta apa aja sama suami.
Tapi karena dasarnya bukan tipe yang ngidam dari jaman hamil farrel, hamil kedua ini pun saya gak terlalu banyak ngidam memang bertambah nafsu untuk makan tapi untuk keingian biasa aja, hanya saja sampai usia kandungan tiga bulan maunya makan yang segar kaya buah apel dan jeruk dan setiap minggu pasti beli bahan rujakan buat dibikin si mbak’e di rumah, trauma saya pernah sakit typus yang bisa dibilang bikin trauma bikin saya gak berani makan atau jajan rujak diluar sembarangan jadilah saya bikin sendiri dengan bantuan asisten dirumah meski rasa bumbu gak jelas hehehe.
Di semester pertama ini juga seperti yang banyak dialami ibu diawal kehamilan saya merasa mual tapi masih dibatas toleran, karena tinggal diisi makanan atau snack sedikit udah enak lagi rasanya. Saya juga mengalami ngantuk di pagi hari, malas mandi tapi masih senang jalan-jalan bahkan disaat weekend suami dirumah saya merasa mual dan pusing kalau dirumah giliran jalan keluar sehat wal’afiat, dan suami cuma bisa geleng-geleng sambil bilang pake bahasa gaulnya “bulu kaki rontok dijalan” konyol sih tapi saya merasakan gitu sampai dibulan ketiga semester pertama saya merasa sehat dan ingin melakukan apa aja, hanya keinginan saya ternyata berbanding dengan kondisi badan karena diakhir semester pertama juga badan jadi terasa lebih ringkih bahkan saya sampai terjatuh dua kali selama kehamilan semester pertama ke semsester kedua atau sekitar dibulan ketiga dan keempat, karena terlalu lincah dan merasa badan masih kurus kali ya😛
Merasa kurus pasti memang perasaan saya aja karena disetiap bulan kontrol kedokter berat badan saya naik sampai tiga kilogram setiap bulan tapi karena awal semester dr.novi masih mentolerir kenaikan berat badan untuk tumbuh kembang janin dengan catatan jang terlalu berlebihan. Dr. novi sendiri tidak memberikan menu diet khusus selama hamil dia hanya mengingatkan untuk makan sedikit tapi sering, tidak seperti dr. kebidanan sebelumnya di jaman farrel yang memang pernah memberikan saya menu tapi saya gak terlalu mengikutinya.
Selama semester pertama ini juga sebenarnya dr.novi sudah membolehkan untuk berolah raga yang dilakukan oleh ibu hamil seperti berenang jika memang tidak ada kondisi serius dikehamilannya, fungsi berenang diawal kehamilan sendiri ternyata dapat mengurangi keluhan mual dan menguatkan organ panggul dan menjaga ritme pernafasan yang dipacu jantung sehingga saat bersalin nanti memudahkan kita.
Nanti lanjut di cerita kehamilan semester ke-2 yaah😀
Hasil testpack dibulan juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s